bccfbdg

Artikel Program Pengembangan Diri oleh KAIL @ Simpul Space BCCF (Sabtu 25 Juni 2011)

In artikel & berita on July 9, 2011 at 1:27 am

‘Kenali diri dan jadilah yang Terbaik’ (angkatan ke-1)

Tiga puluh menit sebelum kegiatan berlangsung, beberapa peserta mulai berdatangan ke Simpul Space BCCF/Galeri Padi  di Jalan Dago No 329 Bandung. Ya, Sabtu kemarin tanggal 25 Juni 2011 telah dilaksanakan kegiatan pelatihan ‘Kenali diri dan jadilah yang Terbaik’ angkatan ke-1 oleh Kuncup Padang Ilalang (KAIL). Kegiatan ini merupakan salah satu program Pengembangan Diri oleh KAIL untuk para aktivis dan calon aktivis. Diikuti oleh 13 orang peserta, yaitu Arfan, Wahyu, Bu Elis, Bu Tini, Selly, Ani, Yani, Noenoe, Reva, Mega, Agni, Yasti dan Dinda. Wajah-wajah peserta yang tidak saling mengenal ini lambat laun menjadi akrab satu sama lain.

Kegiatan ini bertujuan agar para peserta mengenal apa yang menjadi potensi diri masing-masing yang dapat mereka kembangkan dan memberikan pilihan yang lebih luas bagi panggilan hidup mereka. Kegiatan pun dimulai sekitar pukul 09.10 WIB dengan perkenalan diri setiap pribadi yang hadir di Ruang Simpul. Dari sesi perkenalan itu, dibuatlah pohon harapan dan kekawatiran selama proses berlangsung. Acara berlanjut dengan sesi Memahami Diriku. Lalu dilanjutkan dengan rangkaian materi visioning yang ditutup dengan perkenalan mengenai KAIL.  Any Sulistyowati menjadi fasilitator tunggal pada proses ini yang disokong oleh Dhitta Puti Sarasvati dan David Ardes Setiady, yang bahu-membahu menangani notulensi dan urusan foto-foto. Melly Amalia melengkapi tim KAIL, yang telah berperan menyediakan dan menjamin terselenggaranya acara pengembangan diri ini.

Tak lupa KAIL mencoba menerapkan konsep zero waste mulai dari persiapan sampai pelaksanaannya, untuk meminimalisir sampah yang dihasilkan pada setiap pelatihan. Sehingga peserta diperkenalkan untuk memisahkan sampah daun pisang sisa nasi timbel dan sisa makanan untuk dimasukkan ke dalam keranjang Takakura, sampah kertas, dan sampah plastik dalam wadah sendiri.

Ketika waktu telah menunjukkan pukul 18.00 WIB menjadi momentum perpisahan. Asa peserta yang dibawa saat datang, ditaburi doa pada saat pulang. Doa yang ditaburkan adalah agar kiranya mereka tumbuh menjadi kembang yang menyegarkan lingkungan dan kelak turut menyebarkan benih-benih perubahan.

Selamat berproses.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: