bccfbdg

Kampung Seni Lokomotif Cicukang

In tulisan kreatif on May 18, 2012 at 3:01 am

KAMPUNG SENI LOKOMOTIF CICUKANG

Malam itu pukul 20.47 kita tiba di kampung Cicukang untuk menggelar nonton film layar tancap bersama di lapangan pinggir rel kereta api pinggiran kampung Cicukang. Para warga yang terdiri dari anak-anak, remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak sangat antusias berkumpul menunggu pemutaran film masa perang pasca proklamasi berjudul serangan umum 11 maret di yogyakarta. Suasana begitu riuh dan ramai saat persiapan peralatan pemutaran film. Para penonton yang sebagian besar anak-anak dan ibu-ibu segera mendekat ke belakang proyektor, langsung duduk merapat seperti semut menggerogoti manisan. Beberapa saat ketika film dimulai, suasana riuh berubah menjadi hening sebab adegan awal film mampu memukau penonton. Sepertinya ada kerinduan pada suasana masa lalu, ketika pemutaran film layar  tancap sedang marak-maraknya 14 tahun yang lalu. Cerita film terus berlalu dengan suasana perang  yang makin menegangkan, meski kadang-kadang kereta melintas sampai 4 kali di tengah-tengah pemutaran film berlangsung, namun para penonton tetap fokus pada cerita film. Suara kereta yang gaduh dan berbahaya sudah menjadi bagian suasana keseharian warga di cicukang yang tidak begitu risau dan was-was tak layaknya kita yang baru dan masih jarang kesana. Di tengah film berlangsung tiba-tiba gerimis turun, namu para penonton film tidak bubar. Begitulah jalannya pemutaran film yang disambut begitu antusias oleh warga kampung lokomotiv Cicukang.

Hasil observasi ke-1

Suasana kampung: ramai, padat, bising(dekat rel kereta), dinamis, liar, guyub,

Bentuk kampung: rumah padat, gang sempit, pinggir rel kereta, dekat pasar, sekitar pabrik, sepanjang rel kereta api tampang remang sebab pencahayaan sangat minim.

Peranan keorganisasian: kepengurusan ada tapi belum efektif, tidak adanya keterlibatan perempuan

Pekerjaan warga: buruh, pedagang

Kesenian: nasyid, rebana, kasidah,calung(vakum),sandiwara sunda(vakum),musik dapur

Pendidikan: SMP ,SD

Masalah: pernah terjadi beberapa kali tawuran dengan suporter sepak bola di atas kereta yang lewat. Adegan saling lempar sampai menimbulkan korban luka serius

Karakter warga: cukup ramah, keras

Kecenderungan: kumpul tiap sore di rel kereta dan antusias melihat kereta lewat, anak-anak terbiasa bermain dan menjadikan rel kereta sebagai ruang bermain

Program yang sedang berjalan: mural di dinding rumah warga, masih di beberapa rumah yang dekat dengan rel(10%), nonton film bersama yang pertama

Kamis, 17 Mei 2012
Bandung Creative City Forum/BCCF
Tim Advokasi Kampung Kreatif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: