bccfbdg

Hiruk-Pikuk Kampung Edukatif Dago Pojok

In tulisan kreatif on June 14, 2012 at 4:45 am

Hiruk-Pikuk Kampung Edukatif Dago Pojok

Di utara kota bandung, berdekatan dengan curug dago yang menjadi tempat wisata air terjun sungai dan jalan Dago yang merupakan jalur strategis di kota bandung, disanalah kampung Dago Pojok berada. Di sana terdapat kampus-kampus besar seperti Unpad dan STKS juga hotel-hotel besar. Jalanan kecil padat-macet, gang-gang sempit, rumah berhimpitan, saluran air terbatas dan pepohonan jarang begitulah bentuk ruangnya. Dago Pojok adalah kampung yang berwajah muram di balik kasak kusuknya aktivitas para mahasiswa dan warga yang mencari nafkah disana. Hiruk pikuk sehari-hari di dago pojok adalah fenomena para warga dan mahasiswa yang berkuliah di kampus-kampus setempat. Namun, rata-rata warganya jarang berinteraksi satu sama lain. Ada kesenjangan yang terpendam antara yang kaya dan yang miskin, juga antara yang mahasiswa dan non mahasiswa dimana ini menjadi kendala bagi Dago Pojok untuk keluar dari segala lumpur persoalan berupa kemiskinan, pengangguran, keterbatasan pendidikan, kesemrawutan ruang kampung, dan ketakpedulian antar warga. Rata-rata warga Dago Pojok adalah pekerja kasar yang tak tentu seperti pembantu, tukang ojek, pegawai toko dan pengangguran. Separuhnya lagi bekerja sebagai mahasiswa, pedagang kios dan dosen. Diantara warga belum terjadi kebersamaan dalam menutaskan persoalan yang ada dan langkah bersama untuk memajukan kampung. Walaupun kini berdiri kampus dan pusat belajar, tapi belum mampu merubah wajah Dago Pojok menjadi kampung wisata, seni dan pusat pendidikan seperti yang dicita-citakan oleh salah satu lembaga pembelajaran “TABOO” yang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan mulai dari belajar, kursus keterampilan dan launcing kampung wisata yang masih ala kadarnya. Hal ini disebabkan belum tumbuhnya kesadaran warga setempat untuk bersama-sama bahu-membahu membangun kampung, khususnya kampus-kampus besar yang menjadi gudang para sarjana yang seharusnya memiliki peran terhadap pengabdian kepada masyarakat sekitarnya.

Tetapi sebagian dari warga Dago Pojok mulai tumbuh kesadarannya untuk berpikir dan melangkah ke arah membangun kampung sebagai pusat budaya dan pengembangan ekonomi selaras dengan upaya yang coba dibangkitkan oleh “TABOO” & Bandung Creative City Forum (BCCF) dengan kegiatan Kampung Kreatifnya  secara perlahan. Sebagian warga mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua antusias berkumpul menjalankan kegiatan belajar seperti kejar paket persamaan SD, SMP, SMA, kursus membatik, kreativitas daur ulang, urban farming, kesenian tradisi dan festival kampung seni. Sebagian warga tersebut berkumpul di sebuah rumah berukuran 4mx5m untuk belajar dan kursus keterampilan juga berlatih kesenian tradisi seperti menari dan musik calung di rumah beberapa warga. Selain itu, mereka juga bergotong royong dalam menata saluran air dan membersihkan kampung jika hendak menyelenggarakan kegiatan bersama seperti festival seni. Dari wajah-wajah mereka memantul sinar perubahan akan masa depan yang lebih baik. 

Bandung, 8 Juni 2012

BCCF & TIM ADVOKASI KAMPUNG KREATIF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: