bccfbdg

LEUWIANYAR SEPI TERKUNGKUNG – Catatan Singkat Program Kampung Kreatif BCCF

In tulisan kreatif on June 14, 2012 at 4:49 am

Leuwianyar Sepi Terkungkung

Suasana kampung yang sepi dari interaksi, aman, normal, cukup kental dengan nuansa keagamaan yang ritualistis (fenomena orang-orang berkerudung dan pengajian rutin di masjid) itulah wajah sebuah kampung yang bernama Leuwianyar di bagian selatan kota Bandung. Bentuk dan denah kampung Leuwianyar adalah gang sempit, berdampingan dengan perumahan, di tengah jalan raya (kopo dan Leuwipanjang), dekat terminal transportasi darat antar kota dan provinsi (Terminal Bus Leuwipanjang). Hal itu menunjukan bahwa kampung Leuwianyar berlokasi strategis karena  berada di sekitar pusat ekonomi yang berdaya jangkau besar dan pesat di kota Bandung. Namun hal itu tidak berpengaruh bagi kampung dan warga Leuwianyar yang terisolasi oleh kemajuan kota tersebut.  Warga Leuwianyar rata-rata bekerja sebagai buruh pabrik, wiraswata (home industri; tempe, tas, siomay), guru komputer, bahasa inggris dan pedagang keliling. Hal tersebut disebabkan oleh faktor pendidikan sebagian besar warga yang hanya lulusan SMA dimana skilnya sangat terbatas dan susah bersaing di dunia kerja. Para warga juga memiliki keterbatasan untuk menjangkau peluang untuk memajukan diri yang tidak tersedia disebabkan minimnya program pemberdayaan masyarakat.

Peranan keorganisasian di Leuwianyar kini sedang vakum karena belum ada yang menggerakkan secara total dan intensiv pada kegiatan-kegiatan yang dapat membina masyarakat ke arah memajukan kampung dan pertumbuhan ekonomi warga setempat. Kegiatan ekonomi masih berjalan sendiri-sendiri dengan keuntungan seadanya yang hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal bila dilakukan pengelolaan ekonomi secara berkelompok seperti usulan salah satu tokoh masyarakat (Pak Didin) disana, yaitu koperasi yang rencananya akan dibangun bersama oleh warga Leuwianyar, tentu akan dapat merubah dan memajukan taraf hidup warga Leuwianyar. Warga Leuwianyar memiliki potensi dalam ritual keagamaan (islam), pencaksilat, home industri kerajinan tangan, makanan dan kesenian nasyid. Masalah yang terjadi disana seperti ada beberapa yang terkena keterbelakangan mental, kubu keagamaan namun tidak mengarah pada konflik, lahan kosong  yang tak terawat (menimbulkan ulat bulu yang meresahkan dan menjadi gangguan bagi warga setempat).

Suhu dan gejala politik disana cukup normal, tidak ada konflik, mobilisasi massa, politisasi dan respons masyarakat terhadap pengaruh pemilu dan pilkada cukup objektif dan tidak terbawa arus kepentingan politik. Karakter warga Leuwianyar cukup ramah dan permissif, namun sebagian besar yang eksklusif terhadap dunia luar. Hal tersebut disebabkan oleh tidak adanya kegiatan bersama yang dapat melahirkan interaksi yang erat, toleran dan bekerj-sama.

Bandung, 06 juni 2012

BCCF & TIM ADVOKASI KAMPUNG KREATIF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: