bccfbdg

RIANG-RIUNG ANAK-ANAK DI DAGO POJOK – Tulisan & Laporan Program Kampung Kreatif Dago Pojok

In artikel & berita on June 23, 2012 at 3:26 am

(c) galih sedayu -2012

RIANG-RIUNG ANAK-ANAK DI DAGO POJOK

Pagi itu jam 8, anak-anak dan warga Dago Pojok kedatangan tamu ratusan anak-anak SD sekecamatan Coblong yang berkumpul di depan rumah warga mereka. Bersama guru, mahasiswa dan remaja siswa-siswi SD itu datang untuk mengikuti perlombaan permainan anak-anak dan pagelaran kesenian sunda. Wajah-wajah yang hadir terlihat riang, penasaran dan antusias terhadap peristiwa yang disaksikan mulai dari membunyikan lesung sambil menembangkan nyanyian berbahasa sunda, perlombaan egrang, gangsing, melukis layang-layang. Lalu lintas di jalan Dago pojok pun menjadi padat dan macet oleh ramai dan riuhnya suasana warga yang menghadiri acara. Acara yang berlangsung dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore itu mengundang banyak pelancong juga dari wilayah lain dan menarik perhatian orang-orang yang lewat dan menyaksikan. Anak-anak sangat khusyuk bermain walaupun terik matahari menyengat kulit-kulit meraka yang mungil dan lembut itu. Walaupun keringat menetes karena kepanasan, tapi anak-anak tetap asyik mengeluskan pena bergabus di ujungnya pada sebuah layang-layang berwarna putih. Dengan peralatan sederhana(layang-layang, kuas yang terbuat dari kayu dengan diikat gabus kecil di ujungnya dan cat-cat sisa sablon yang ditampung di gelas plastik bekas air mineral) dan tempat yang sempit(di jalanan kampung yang sempit, duduk beralaskan plastik dan koran jalan) anak-anak antusias melukis layang-layang. Merah, kuning, hijau, biru, coklat dan hitam menyatu dengan warna putih layang-layang yang dilukiskan oleh siswa-siswi SD tersebut. Gambar-gambar yang ada sangat berupa seperti gedung bertingkat, taman, pohon, jalan raya, kendaraan dan bunga. Semua gambar yang dilukiskan anak-anak pada layang-layang mebayangkan tentang wajah kota masa kini, khususnya kota Bandung. Selain gambar, ada juga teks-teks pada layang-layang seperti I LOVE INDONESIA DAN KOTAKU, AKU DAN KOTA KU dan i love kotaku.

Permainan yang diikuti oleh anak-anak membuat pemusatan khalayak di depan sebuah rumah kecil yang menjadi pusat belajar, latihan dan musyawarah warga Dago pojok yang akrab disebut komunitas “TABOO” tersebut. Lalu-lintas di depan “TABOO” menjadi macet dan padat oleh masyarakat yang menyaksikan suguhan permainan anak-anak atau disebut juga “KAULINAN BARUDAK”.

Selain itu ada pula penampilan musik angklung, reog sunda, tari jaipongan anak-anak dan remaja di panggung tanggulan, 600m dari tempat lomba permainan anak-anak. Para warga tampak gembira menyaksikan segala penampilan seni yang ada. Acara seperti ini nyaris tidak terjadi sebelum adanya program kampung kreatif dan jarang terjadi di Dago Pojok semenjak kampung ini dibuka sebagai kampung wisata edukasi dan industri. Begitulah respons masyarakat pada kesenian tradisional Sunda, khusunya di kampung Dago Pojok. Dari raut wajah mereka ada kerinduan pada masa lalu saat-saat tradisi kebersamaan dan tradisi lokal yang beragam, masih hidup dan sering ditampilkan.

Bandung, 9 Juni 2012

BCCF & TIM ADVOKASI KAMPUNG KREATIF


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: