bccfbdg

Posts Tagged ‘CEN’

YES!club.Bdg sesi #12 – Jumat 11 Mei 2012, Simpul Space II

In informasi program on May 7, 2012 at 5:39 am

Halo semuanya!

Kita sudah hampir tiba di penghujung program YES!club.Bdg 2011-2012. Jumat tgl 11 Mei 2012 nanti merupakan sesi terakhir dari rangkaian program dua-mingguan YES!club.Bdg kali ini, dan akan dilaksanakan dalam bentuk yang berbeda. Sebagai mentor, akan hadir lagi Pak Irvan Noe’man yang pernah memberi tugas “body storming” di sesi awal program YES!club.Bdg, kali ini akan memberi pengantar ttg sesi final sekaligus ‘wrapping up’ program YES!club.Bdg 2012.
Namun acara utama sesi final tersebut adalah akan diadakannya kolaborasi dengan tim “Subjektif”, yaitu sekelompok desainer produk yang akan menggelar ‘klinik desain’ gratis, diprioritaskan bagi para peserta YES!club.Bdg namun juga terbuka bagi teman-teman BCCF yang ingin memanfaatkan sesi ini.

Para peserta YES!club.Bdg dapat melakukan konsultasi desain untuk wirausaha masing-masing, mulai dari hal kemasan, branding, dsb. ke tim tersebut dalam sebuah workshop. Hasilnya akan dipresentasikan di pameran bertajuk “Subjektif” yang akan digelar di SimpulSpace#2, mulai tgl 12 Mei 2012.
Maka dari itu, jangan lewatkan sesi terakhir ini!

Mari saling berjejaring untuk berkembang lebih pesat!
Sampai jumpa 🙂

Acara: YES!club.Bdg sesi #12
Tempat: SimpulSpace#2, Jl. Purnawarman 70, Bandung
Hari, tanggal: Jumat 11 Mei 2012

Rundown acara:
15:00-15:30 Pendaftaran peserta
15:30-16:00 Pengantar workshop: Irvan Noe’man
16:00-18:00 Workshop dengan mentor + tim “Subjektif”

“SUBJEKTIF” – ajang bercerita mengenai pemahaman tentang ilmu desain produk dari perspektif individu desainer produk muda.

In informasi program on May 7, 2012 at 3:08 am

…Sebuah narasi desain produk,

“SUBJEKTIF” merupakan suatu ajang bercerita mengenai pemahaman tentang ilmu desain produk dari perspektif individu desainer produk muda. Pemahaman ini disampaikan dalam bentuk karya kebendaan yang dirancang sesuai minat dan ketertarikan masing-masing individu tersebut.

“SUBJEKTIF” diadakan dengan tujuan memberikan ruang bagi individu untuk menyampaikan gagasannya mengenai desain kepada masyarakat.

menghadirkan beberapa karya dari desainer- desainer muda yang berdasarkan idealisme masing- masing

Exhibitor:
Adhi Kurniawan
Akbar Prima Nurman
Alvin Yudhistira Chandra
Derri Abraham
Dhany Saballini
Gilang Aditya
Mohammad Rizky Ardiansyah
Muhammad Hajid Annur
Nico Ramadika
Nindya Nareswari
Tubagus Ahmad D.P.

12 Mei – 20 Mei 2012
Boemi Nini, Purnawarman 70 Bandung

Opening: Sabtu 12 Mei 2012, 19.00 WIB
Closing: Minggu 20 Mei 2012, 19.00 WIB

Seminar/Focus Grup Discussion (FGD): “Aset Hak Kekayaan Intelektual Sebagai Jaminan dan Modal Ventura”.

In informasi program on April 23, 2012 at 12:40 am

          Pada hari Senin, tanggal 23 April – 25 April 2012 bertempat di Hotel Aryaduta, Jakarta akan dilaksanakan Seminar/Focus Grup Discussion (FGD) dengan topik: “Aset Hak Kekayaan Intelektual Sebagai Jaminan dan Modal Ventura”. Seminar ini dilakasanakan dalam rangka Hari Hak Kekayaan Intelektual Sedunia yang berlangsung sejak bulan Maret s.d. Mei 2012.

Seminar/FGD ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) bekerjasama dengan Pakar dari Pemerintah Federal Swiss dan World Intellectual Property Organization (WIPO). Dari Indonesia terdapat beberapa pakar yang akan terlibat dalam Seminar/FGD ini diantaranya adalah Prof. Agus Sardjono, SH., MH dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Zein Umar Purba, SH., LL.M mantan Dirjen HKI dan dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.

Bandung Creative City Forum (“BCCF”)/ Creative Entrepreneur Network-BCCF (“CEN-BCCF”) dalam hal ini mendapat kesempatan menjadi salah satu narasumber dan pakar yang diwakili oleh R. Rizky A. Adiwilaga, SH (“Kang KIKI”)sebagai Direktur Internal, Hukum dan HKI BCCF untuk membawakan materi: “Aset Kekayaan Intelektual Sebagai Benda Bergerak Tak Berwujud pada Sektor Ekonomi Kreatif” dan “Profil Perjuangan Creative Entrepreneur Untuk Mendapatkan Akses Permodalan (Studi Kasus: Creative Entrepreneur Network-BCCF)”.

          Dalam Seminar/FGD nanti Kang KIKI akan banyak menyampaikan bagaimana kondisi objektif yang ada komunitas kreatif dan wirausaha kreatif dalam konteks permasalahan Hukum (Bisnis), HKI dan Permodalan. Selain dari itu Kang KIKI akan menyampaikan bagaimana perjuangan teman-teman di BCCF/CEN-BCCF pada khususnya dan orang-orang kreatif lainnya diluar BCCF dalam upaya memberikan masukan-masukan kepada Pemerintah dan juga Bank Indonesia (“BI”) sebagai Bank Sentral dalam merumuskan kebijakan keuangan yang terkait pemberian modal atau akses permodalan bagi wirausaha kreatif.

Sebagaimana diketahui bahwa sampai saat ini baik Pemerintah dan BI masih menetapkan kebijakan untuk pengajuan permodalan harus menyertakan jaminan berupa benda berwujud (tangible asset) dalam bentuk Sertifikat Tanah atau Surat-surat Kendaraan. Pada kenyataannya ada beberapa Bank yang telah menetapkan kebijakan Kredit Tanpa Agunan (KTA), namun jumlahnya atau pagunya relatif kecil, sedangkan pada saat akan mengakses pinjaman dengan jumlah yang besar, pemohon tetap harus mengikuti persyarata-persyaratan baku yang sudah berlaku yaitu berupa jaminan Sertifikat Tanah dan/atau Surat-surat Kendaraan.

Pada kenyataannya, banyak sekali wirausaha kreatif yang baru masuk tingkatan pemula hanya bermodalkan Rencana Usaha (Business Plan) yang diharapkan dapat dijadikan Jaminan untuk mengakses permodalan untuk tingkat awal. Sayangnya sampai saat ini Rencana Usaha  belum dapat diterima sebagai jaminan oleh Bank atau Lembaga Keuangan. Disisi lain, bagi wirausaha kreatif yang telah memilik Sertifikat HKI untuk bidang usahanya baik Merek, Desain, Paten atau Surat Hak Cipta tidak dapat mempergunakan sebagai jaminan ke Bank atau Lembaga Keuangan karena dianggap tidak bernilai dibandingkan Sertifikat Tanah atau Surat-Surat Kendaraan.

Melihat kondisi tersebut diatas, Seminar/FG ini mempunyai maksud sebagai berikut:

(1)         MenetapkanbentukpengunaanHakPemegang HKI untuktujuan Alat Penjaminan  (Alat Bukti Penjaminan), termasuk  nantinya dapat juga diakui  sebagai aset modal ventura, business angel, dan HKI asset-backed  security;

(2)         Menyediakanpengaturanawal yang nantinyadapatditindak-lanjutisebagaipegangandalammerintisdiberlakukannyaHakPemegang HKI untuktujuanAlat Penjaminan  (Alat Bukti Penjaminan), termasuk  nantinya dapat juga diakui  sebagai aset modal ventura, business angel, dan HKI asset-backed  security; dan

(3)         MenyelaraskanketentuantentangBentukSuratBerhargadanSistemPerlindungan HKI yang dapatdipakaisebagaiHakPemegang HKI untuktujuan AlatPenjaminan  (Alat Bukti Penjaminan), termasuk  nantinya dapat juga diakui  sebagai aset modal ventura, business angel, dan HKI asset-backed  security.

Selain maksud diatas Seminar/FGD ini mempunyai tujuansebagai berikut:

(1)         Membuat aturan penggunaan HakPemegang HKI untuktujuan Alat Kolateral  (Alat Bukti Penjaminan), termasuk  nantinya dapat juga diakui  sebagai aset modal ventura, Business Angel, dan HKI Asset-backed  security;

(2)         Memberikan insentif kepada para Pemegang Hak di bidang HKI tentang Hak-hak ekonominya yang semaikin dipertegas, khususnya terkait dengan HakPemegang HKI untuktujuan Alat Kolateral  (Alat Bukti Penjaminan), termasuk  nantinya dapat juga diakui  sebagai aset modal ventura, Business Angel, dan HKI Asset-backed  security.

Adapun indikator keluaran yang diinginkan dari Seminar/FGD ini adalah sebagai berikut:

(1)         Indikator Keluaran (kualitatif)

TerwujudnyaaturanpenggunaanHakPemegang HKI untuktujuan Alat Penjaminan  (Alat Bukti Penjaminan), termasuk  nantinya dapat juga diakui  sebagai aset modal ventura, Business Angel, dan HKI Asset-backed  securityPNBP-BLU atasroyalti paten dariparaPeneliti di lingkungfanInstansiPemerintah;

(2)         Keluaran (kuantitatif)

Terbentuknyasatukebijakandalambentukperaturaninstansi yang berwenang yang mengaturSuratBerhargaatausuratbuktijaminan, khususnya yang terkaitdenganHakPemegang HKI untuktujuan Alat Penjaminan (Alat Bukti Penjaminan), termasuk  nantinya dapat juga diakui  sebagai aset modal ventura, Business Angel, dan HKI Asset-backed  security.

Dari sisi BCCF/CEN-BCCF dengan dipercayanya menjadi salah satu narasumber/pakar dalam Seminar/FGD ini, berharap dapat menyam paikan permasalahan yang ada di tingkat komunitas kreatif dan/atau wirausaha kreatif di Bandung/Jawa Barat khususnya dan diluar Indonesia pada umumnya. Selain dari itu diharapkan apa yang disampaikan oleh BCCF/CEN-BCCF dapat memberikan hasil atau dampak dalam tingkat kebijakan keuangan Pemerintah dan BI.

Jadwal Acara Seminar

Aset HKI untukJaminan dan Modal Ventura

di Hotel Aryaduta Jakarta

Kerjasama

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual

Pemerintah Federal Swiss

World Intellectual Property Organization (WIPO)

Hari  Senin 23 April 2012

08.30 – 09.00   Registrasi Peserta

09.00 – 09.15   Sambutan Dirjen HKI (sekaligus membuka acara)

09.15 – 09.30   Coffe Break

Sesi-I (Panel-1)

09.30 – 10.30   Pembicara 1: Ekspert  Intellectual Property Management,

Pemerintah Federal Swiss

Topic : “Introduction of IP Assets Value in General; and IP Assets Value and its Valuation Methodologies, especially to estimate how much capital can the IP assets attract, and what the real value of the IP assets (not the price)”

10.30 – 11.30   Pembicara 2: Ekspert  WIPO

Topic : “Raising Capital Through IP, and How the IP Assets Can be legally Protected”

11.30 – 12.00   Diskusi  Panel-1  &  Tanya Jawab

12.30 – 13.30   ISOMA (lunch)

Sesi-II (Panel-2)

13.30 – 14.00   Pembicara 3 : Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Bank Indonesia

Topic : “Aset Kekayaan Intelektual Sebagai Benda Bergerak Tak Berwujud  Untuk Alat Bukti Tanggungan/ Penjaminan Modal”  (Dari Sudut Pandang Perbankan)

14.00 – 14.30   Pembicara 4: Rizky A. Adiwilaga, SH (Direktur Internal, HKI dan   Hukum Bandung Creative City Forum (BCCF)

Topic: : “Aset Kekayaan Intelektual Sebagai Benda Bergerak Tak Berwujud Pada Sektor Ekonomi  Kreatif”

14.30 – 15.30   Diskusi Panel &TanyaJawab

Jadwal Acara Focus Group Discussion

Program II

Hari Selasa 24 April 2012

09.00 – 10.30   Pembicara 1:  Ekspert  Intellectual Property Management, Pemerintah Federal Swiss

Topic : Introduction of IP Assets Value in General; and IP Assets Value and its Valuation Methodologies, especially to estimate how much capital can the IP assets attract, and what the real value of the IP assets (not the price

10.30 – 10.45   Coffe Break

10.45 – 11.45   Pembicara 2:  Rizky A. Adiwilaga, SH (Direktur Internal, HKI dan Hukum) Bandung Creative City Forum (BCCF)

Topic : “Profil Perjuangan Creative Entrepreneur Indonesia Untuk Mendapatkan Akses Permodalan” (Studi Kasus Creative Entrepreneur Network-Bandung Creative City Forum)

11.45 – 13.00   ISOMA (lunch)

13.00 – 14.00   Pembicara 3:  Ekspert  Intellectual Property Management, Pemerintah Federal Swiss

Topic: Repetition of Important Aspects from the topic of previous day and Practical Exercise

14.00 – 15.00   Pembicara 4: Prof. Dr.  AgusSardjono, SH (FH UI)

Topic: “Aset Kekayaan Intelektual Sebagai Benda Bergerak Tak Berwujud Dari Sisi Hukum Positif di Indonesia”

15.00 – 15.30   Diskusi Panel & Tanya Jawab

Hari Rabu 25 April 2012

09.00 – 10.30   Pembicara 5: Ekspert  Intellectual Property Management, Pemerintah Federal Swiss

Topic: Practical Exercise, Discussion and Over view (Continuation from Earlier Topic)

10.30 – 10.45   Coffe Break

10.45 – 11.45   Pembicara 6:   Dosen FH Unpad

Topic : “Aset Kekayaan Intelektual Sebagai Benda Bergerak Tak Berwujud Untuk Alat Bukti Tanggungan/Penjaminan Modal”  (Dari Sudut Pandang Jaminan Fidusia dan Hak Tanggungan)

11.45 – 13.00   ISOMA (lunch)

13.00 – 14.00   Pembicara 7:  Ekspert  Intellectual Property Management,Pemerintah Federal Swiss

Topic: Practical Exercise, Discussion and Over view (Continuation from Earlier Topic)

14.00 – 15.00   Pembicara 8:  Prof. Zein Umar Purba, SH, LLM (mantan Dirjen HKI)

Topic: “Aset Kekayaan Intelektual Sebagai Benda Bergerak Tak Berwujud Untuk Alat Bukti Penjaminan, Permodalan Ventura, dan Bisnis Angels Dari Sisi Hukum Bisnis di Indonesia”

15.00 – 15.30   Diskusi Panel & Tanya Jawab

YES!club.Bdg: revisi jadwal

In creative entrepreneur network (cen) on December 5, 2011 at 10:54 pm

Halo semuanya, terutama yang sudah bergabung dalam YES!club.Bdg bersama CEN. Kita sudah melalui sesi pertama dari program YES!club.Bdg dengan mentor Irvan Noe’man. Sesi pertama ini sedikit berbeda, karena terdapat sebuah pertemuan ekstra, di mana para peserta mempresentasikan temuan-temuannya ketika melakukan tugas Bodystorming dari mentor. Hasilnya sangat menarik! Mudah-mudahan dapat memicu semangat menjelang sesi-sesi berikutnya 🙂

Terdapat revisi jadwal, berikut ini. Pertemuan berikutnya, tanggal 9 Desember, akan diisi dengan materi mengenai pendanaan. Acara seperti biasa akan berlangsung pk.15:00-18:00 di SimpulSpace#2/ BoemiNini, Jl. Purnawarman 70, Bandung. Sampai jumpa!

NO TGL MATERI MENTOR
1 25-Nov Managing Creative Industry/Trend Forecasting Irvan Noe’man
2 9 Des How To Manage Finance Plan Arie Widyastuti
3 23 Des Social Entrepreneur Nancy Magried/ M.Lukman
Social Entrepreneur Phaerly M
4 13 Januari 2012 Business Law and IP rights Rizky A.Adiwilaga
5 27 Januari 2012 Lazypreneur Dicky Sukmana
Marketing for Youth Feisal Youthlab
6 10 februari 2012 Success story / IYCE Winner 2011 Joshua Simanjuntak
7 24 februari 2012 Workshop: creativity Pidi Baiq
8 9 Maret 2012 Independent Creative Business Aldo Sianturi
9 23 Maret 2012 workshop: product/service packaging design and display Anton Dwinanto/ M.Yahya
10 6-Apr-12 Entrepreneurship in services area : heritages,culture,culinary and other contemporary lifestyles Ben Wirawan/Hanafi salman
Aprie Redsdipo
11 20-Apr-12 Community Based Entrepreneur Reggie Kayong Mungaran
M.Rohman (Man Jasad)
12 4 Mei 2012 Creativity vs Client Ridwan Kamil
Deddy Wahjudi
13 18 Mei 2012 Success Story Tegep Oktaviansyah

YES!club.Bdg 2011 : rundown + program overview

In creative entrepreneur network (cen) on November 7, 2011 at 9:46 pm

Waktunya hampir tiba! Seperti diinformasikan di posting sebelumnya, YES!club.Bdg akan diluncurkan pada tanggal 10-11 Nop 2011. Para wirausahawan pemula yang berminat bergabung dengan YES!club.Bdg dapat melengkapi formulir pendaftaran (regform YES2011) yang dibawa langsung pada saat peluncuran dan juga dikirimkan via email sebelumnya ke: cen.bccf@gmail.com.

=========================================

Acara peluncuran adalah sebagai berikut:

venue: SimpulSpace01, Jl. Ir. H. Juanda 329, Bandung

1.       Workshop Entrepreneurship, Kamis 10 Nop 2011

No

Waktu

Pukul (WIB)

Kegiatan Pemateri

1

60

12:00

13:00

Pendaftaran ulang + lunch

2

15

13:00

13:15

Pembukaan Panitia/Partner

3

45

13:15

14:00

Pengenalan Entrepreneur M. Fahmi

4

60

14:00

15:00

Sharing Experience Tb. Fiki Ch. Satari

6

15

15:00

15:15

Break sholat

7

60

15:15

16:15

Diskusi: Rencana Usaha M. Fahmi

8

15

16:15

16:30

Penutupan Panitia/Partner

2.       Life Skill Training, Jumat 11 Nop 2011

Pukul                     : 08.00 – 09.00 : pendafataran ulang

09.00 – 17.00 : Life Skill Training

Pemateri             : Tri Ch. Trihandoko (Dir Eksekutif Yayasan Indonesia Lebih Baik)

=========================================

Program YES!club.Bdg 2011 ini akan berlangsung selama 6 bulan, dengan 1x pertemuan tiap 2 minggu,yang akan diisi dengan mentoring, workshop, talkshow, dsb.  Berikut ini adalah overview agenda topik dan mentoring dalam program YES!club.Bdg 2011:

Session Date TOPIC MENTOR
Launch 10 Nov 2011 Entrepreneurship & Business Plan M. Fahmi
Tb. Fiki Satari
11 Nov Life Skill Training Tri Ch. Trihandoko
1 25 November Business Plan/ Managing Creative Industry/ Trend Forecasting Irvan Noe’man
2 2 December Finance Plan/ Business Administration Arie Widyastuti
3 16 December Marketing for Youth/ Social Media/ “Lazypreneur” Dicky SukmanaFeisal Youthlab
4 13 January 2012 Business laws & IP rights Rizky A. Adiwilaga
5 27 January Social Entrepreneur Nancy Margried/ M. LukmanPhaerly Maviec Musadi Ratulangi
6 10 February Success Story Joshua Simanjuntak
7 24 February Workshop: kreativitas tanpa batas Pidi Baiq
8 9 March Independent Creative Business Aldo Sianturi
9 30 March Workshop: product/ service packaging design and display Anton DwinantoM. Yahya
10 13 April Entrepreneurship in service areas: heritage, culture, culinary, and other contemporary lifestyles Ben Wirawan/ Hanafi SalmanAprie
11 27 April Community-based entrepreneur M. RohmanReggi Kayong Mungaran
12 11 May … versus client? M. Ridwan KamilDeddy Wahjudi
13 25 May Success Story Tegep Oktaviansyah
Closing  

=========================================

Sampai jumpa di acara launching YES!club.Bdg 2011 – mari berjejaring dan saling mengasah!

YES!club.Bdg 2011

In creative entrepreneur network (cen) on November 5, 2011 at 8:34 am

Halo Para Wirausahawan Muda!

Program Young Entrepreneur Start-up (YES)!club.Bdg, yang merupakan kerjasama antara Indonesia Business Link (IBL) dan CEN-BCCF akan diluncurkan tgl 10-11 November 2011 ini. Mari bergabung untuk mengikuti program yang akan berlangsung selama 6 bulan ini, dengan mentoring dan berbagi pengalaman dari berbagai wirausahawan kreatif dan unggul di bidangnya. Mari berjejaring dan saling mengasah!

Bagi yang berminat, silakan mengunduh dan mengisi formulir ini: regform YES2011 untuk dibawa dan diserahkan pada acara peluncuran pada hari Kamis, 10 November 2011, dan berinvestasi sebesar Rp.50,000,-/orang untuk mengikuti seluruh program YES!club.Bdg selama 6 bulan.

Tempat terbatas untuk 50 peserta. Dari 50 peserta tersebut, 10 (sepuluh) peserta yang diseleksi di tahap terakhir akan mendapatkan mentoring intensif, sesuai dengan jenis wirausaha masing-masing.

Para mentor YES!club.Bdg 2011 antara lain: Tegep Oktaviansyah (founder, owner & chief designer TegepBoots), Ridwan Kamil (arsitek, principal PT Urbane), Irvan Noe’man (Indonesia Creative Center, trend forecast & creative business plan), Fiki Satari (AirplaneSystm, clothing & apparel company), Ben Wirawan & Hanafi Salman (Mahanagari culture company), Rizky A. Adiwilaga (Adiwilaga & Co, business laws & IP rights), Nancy Magried & Muhamad Lukman (Pixel People Project, social entrepreneur), dsb.

Pantau terus CEN-BCCF di situs ini, atau bergabung dengan grup CEN-BCCF di Facebook dan follow @cen_bccf di Twitter untuk berita lebih lanjut. (c)CEN-BCCF

Review & Foto Kegiatan Talk Show bersama Lewis Biggs @ Simpul Space BCCF – Jumat 28 Oktober 2011

In artikel & berita on October 30, 2011 at 1:21 pm

Talk Show with Lewis Biggs
”How art affects city development: engaging people, art and space to create a city”
at SimpulSpace, Jl. Dago 329, Bandung
Jumat, 28 Oktober 2011, pk.13:00-16:00

Creative Entrepreneur Network – Bandung Creative City Forum
British Council
  

==========

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta yang terdiri dari, antara lain, mahasiswa dan akademisi, pengusaha muda, dan berbagai komunitas kreatif di Bandung. Lewis Biggs yang tiba bersama tim dari British Council sekitar pk.13:30 memulai presentasinya dengan memaparkan mengenai Tate Gallery, yang merupakan sebuah galeri yang bukan diurus oleh pemerintah tapi oleh sebuah trust. Berikut ini adalah risalah acara tersebut.

Pada awalnya, Tate Gallery hanya terdapat di London, namun karena menurut masyarakat koleksi Tate adalah milik seluruh bangsa Britania Raya, bukan hanya terpusat di London saja, maka dibuatlah Tate di luar London, yaitu di Liverpool. Inilah awal berdirinyaTate Liverpool di tahun 1980an.

Liverpool pada awalnya merupakan kota pelabuhan yang merupakan lalu-lintas perdagangan, dan mendapatkan penghasilan utama dari aktivitas dagang tersebut, sementara hanya terdapat sangat sedikit pabrik manufaktur. Kesejahteraan kota ini terutama terlihat di abad ke-18, ketika perdagangan budak belian masih marak. Berlalu-lalangnya berbagai bangsa di kota ini dengan sendirinya juga menyebabkan tingginya angka imigran yang menetap.

Pada tahun 1950-1960an aktivitas perdagangan melalui pelabuhan menurun, sehingga pasar pun berkurang, menyebabkan mengkerutnya Kota Liverpool. Brand “Tate” yang lebih mengarah kepada hal-hal yang bersifat pusaka pada sekitar tahun 1988 kurang dapat langsung diaplikasikan pada masyarakat saat itu, yang kebutuhan utamanya adalah memperoleh mata pencaharian. Ini adalah tantangan utama bagi Lewis Biggs yang mengepalai Tate Gallery dari tahun 1990 hingga 2000. Selama menjalankan galeri tersebut, Biggs menyadari bahwa bangunan bukanlah hal yang baik untuk seni, karena sebagian besar dana akan tersedot untuk membangun, dan hanya akan tersisa sedikit untuk berkarya dan beraktivitas. Sehingga dalam masanya, ia selalu mengalokasikan kurang lebih 70% untuk karya dan aktivitas seni. Ia selalu ingin menciptakan ruang yang lebih baik bagi seniman untuk dapat hidup dan berkarya. Pada tahun 1991 ia menyelenggarakan festival seni yang pertama, karena menurutnya sebuah festival memberikan profil atau gambaran mengenai tema yang diusungnya saat itu, juga dapat menjadi ajang bagi masyarakat untuk membicarakan hal-hal yang biasanya tidak didiskusikan. Festival juga bertujuan membawa (karya) seni untuk ‘turun’ ke jalan.

Para politisi biasanya membuat suatu program budaya dengan alasan “untuk menciptakan lapangan pekerjaan”, yang menurut Biggs bukanlah sebuah alasan yang baik. Alasan terbaik adalah rasa cinta terhadap program budaya itu sendiri. Memang sebuah kota atau tempat yang memiliki festival atau aktivitas budaya yang meriah selalu berhasil menarik pengunjung dan pendatang, yang berdampak pada meningkatnya pendapatan lokal dan terciptanya berbagai lapangan pekerjaan, tapi, tegas Biggs, “Culture has to come first! Then the jobs”.

Liverpool berhasil menjadi European City of Culture pada tahun 2002 karena kecenderungan masyarakat Liverpool yang menyukai seni pertunjukan (performance), dan melakukannya di ruang-ruang publik. Namun pemerintah Kota Liverpool tetap sulit untuk berubah/ berpihak pada aktivitas seni, umumnya karena mereka tidak mau mengubah hal-hal yang selama ini telah berlangsung di struktur pemerintahan dan birokrasi, sehingga aktivitas seni dan budaya harus ditangani oleh pihak lain, yaitu entitas bisnis dan komunitas budaya.

Manusia selalu memenuhi kebutuhan dasarnya dulu. Bila semua itu telah terpenuhi, barulah berpikir mengenai “budaya”, dan inilah yang membentuk sebuah masyarakat. Inilah arti menjadi seorang warga sebuah kota. Biggs menutup presentasinya, ”A city is owned NOT by the government but by people who DO things in it.”

Setelah Lewis Biggs, giliran Ridwan Kamil, ketua Bandung Creative City Forum (BCCF), membawakan presentasinya mengenai Bandung sebagai Kota Kreatif dan berbagai aktivitas dan usaha BCCF dalam menciptakan kota yang lebih baik. Acara dilanjutkan dengan tanya-jawab, dan kemudian ditutup pada pk.16:00.

Lewis Biggs dan tim dari British Council kemudian mengunjungi Kampung Dago Pojok, yang pada pagi harinya diluncurkan sebagai Kampung Wisata, Edukasi dan Industri Kreatif. Rombongan ini diantar berkeliling oleh Rachmat Djabaril, inisiator dari pencanangan Kampung Wisata ini, yang masih ramai dengan aktivitas dan pertunjukan meskipun hari sudah tiba di penghujung sore, disertai hujan dan gerimis. Kampung ini merupakan contoh nyata sebuah inisiatif warga dalam menampilkan identitasnya dalam berbagai bentuk ekspresi (mural, produk dari limbah plastik, grup musik tradisional, grup tari, dsb), yang dapat menjadi kebanggaan tersendiri. (t ; cen-bccf)

(c) cen-bccf

PRESS RELEASE: Talk Show with Lewis Biggs, ”How art affects city development: engaging people, art and space to create a city”

In informasi program on October 28, 2011 at 12:56 am

PRESS RELEASE

 ==========

 Talk Show with Lewis Biggs

”How art affects city development:

engaging people, art and space to create a city”

 

at SimpulSpace, Jl. Dago 329, Bandung

Jumat, 28 Oktober 2011, pk.13:00-16:00

 

Creative Entrepreneur Network – Bandung Creative City Forum

British Council

 

==========

 

Di sela-sela persiapan salah satu programnya, British Council mengundang seorang tamu yang juga tokoh penting di bidang seni di akhir Oktober 2011 ini, yaitu Lewis Biggs, seseorang yang berperan besar dalam menciptakan Liverpool Biennale dan masih sangat berpengaruh di dunia seni Inggris. Lewis Biggs berhasil mengubah Liverpool, sebuah kota industri di Inggris, menjadi kota “berkesenian”. Dalam kunjungan Lewis Biggs ke Indonesia kali ini, Bandung menjadi salah satu kota tujuannya, mengingat reputasi Bandung sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia. Kesempatan ini disambut baik oleh Creative Entrepreneur Network (CEN) – Bandung Creative City Forum (BCCF), untuk bertemu, berbagi dan mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan kota kreatif, terutama bagaimana karya dan aktivitas seni dapat mengubah sebuah kota menjadi kota kreatif.

Jadwal acara:

13:00 Pendaftaran peserta di SimpulSpace, Jl. Dago 329
14:00 Pengantar dari British Council dan CEN-BCCF
14:15 Sesi presentasi dan diskusi Lewis Biggs
15:30 Presentasi M Ridwan Kamil
16:00 Penutupan di SimpulSpace

Mengunjungi Kampung Dago Pojok (seberang Hotel Sheraton)
https://bandungcreativecityforum.wordpress.com/2011/10/25/launching-pembentukan-kampung-wisata-edukasi-industri-kreatif/

Lewis Biggs

Director of Tate Liverpool (1990-2000)

Exhibition officer for the Visual Arts Department of the British Council (1984 to 1987)

Gallery Coordinator for Arnolfini Gallery, Bristol (1879 to 1984)

Co-founder of The Liverpool Biennial (1998)

 

CEN-BCCF

CEN merupakan salah satu divisi program dalam BCCF, diluncurkan pada tanggal 24 Mei 2009 di Bandung. Keberadaan CEN terutama adalah untuk mewadahi berbagai jenis wirausaha kreatif komunitas yang terdapat dalam BCCF, mengingat bahwa jenis wirausaha yang satu pasti berkaitan dengan yang lain, apalagi dalam konteks industri dan ekonomi kreatif yang telah berangsur-angsur terbangun mapan di Bandung.

Tujuan didirikannya CEN adalah untuk menjadi sebuah pusat berjejaring antar pelaku ekonomi kreatif, menyediakan acara-acara untuk berjejaring, membangun keterampilan dan pengetahuan bagi wirausahawan lokal melalui workshop, seminar, klinik bisnis, dan sebagainya, dan membuat kolaborasi dengan organisasi sejenis CEN di kota-kota di negara-negara lain yang juga memiliki jejaring komunitas dan industri kreatif.

Keanggotaan CEN, selain dari anggota BCCF yang memiliki wirausaha, juga terdiri dari IKM yang merupakan jejaring CEN-BCCF, pelajar dan mahasiswa, perusahaan yang berperan sebagai mitra dan pendukung, wirausaha pemula, dan masyarakat yang merupakan pengunjung, konsumen, dan komunitas kreatif.

Program dalam CEN terbagi menjadi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, antara lain adalah membuat inventarisasi wirausaha kreatif di Bandung dan sekitarnya, membuat acara-acara di mana para wirausahawan dapat bertemu dengan konsumen maupun klien, memberikan penghargaan dan membuat jejaring berbasis internet.

 

Talk Show with Lewis Biggs: ”How art affect city development: engaging people, art and space to create city”

In informasi program on October 27, 2011 at 2:30 am

Sampurasun.

Creative Entrepreneur Network – Bandung Creative City Forum (CEN-BCCF) and British Council

cordially invite you to

Talk Show with Lewis Biggs

” How art affect city development: engaging people, art and space to create city”

Let’s find out how art projects affected the development of Liverpool as a city, told directly by Lewis Biggs, who will share his experience in focusing on transformational art in the public realm.

Talk Show will held at
Simpul Space
Jalan Ir.H.Juanda (Dago) 329 Bandung
On Friday, October 28, 2011
13 .00 – 16.00 pm
All are welcome
Please Come on time!!!

*Lewis Biggs is Director of Tate Liverpool (1990-2000), exhibition officer for the Visual Arts Department of the British Council (1984 to 1987) and Gallery Coordinator for Arnolfini Gallery, Bristol (1879 to 1984), and also the co-founder of The Liverpool Biennial in 1998.

MORE INFO
Bandung Creative City Forum/BCCF
Jalan Ir.H.Juanda No 329
Bandung
Depan Dinas Peternakan Jabar
@Simpul Space
http://www.bandungcreativecityforum.wordpress.co

Creative Entrepreneur Network (CEN)

In informasi program on September 25, 2011 at 9:10 am

Creative Entrepreneur Network – Bandung Creative City Forum (CEN-BCCF)

CEN merupakan salah satu divisi program dalam BCCF, diluncurkan pada tanggal 24 Mei 2009 di Bandung. Keberadaan CEN terutama adalah untuk mewadahi berbagai jenis wirausaha kreatif komunitas yang terdapat dalam BCCF, mengingat bahwa jenis wirausaha yang satu pasti berkaitan dengan yang lain, apalagi dalam konteks industri dan ekonomi kreatif yang telah berangsur-angsur terbangun mapan di Bandung.

Tujuan didirikannya CEN adalah untuk menjadi sebuah pusat berjejaring antar pelaku ekonomi kreatif, menyediakan acara-acara untuk berjejaring, membangun keterampilan dan pengetahuan bagi wirausahawan lokal melalui workshop, seminar, klinik bisnis, dan sebagainya, dan membuat kolaborasi dengan organisasi sejenis CEN di kota-kota di negara-negara lain yang juga memiliki jejaring komunitas dan industri kreatif.

Keanggotaan CEN, selain dari anggota BCCF yang memiliki wirausaha, juga terdiri dari IKM yang merupakan jejaring CEN-BCCF, pelajar dan mahasiswa, perusahaan yang berperan sebagai mitra dan pendukung, wirausaha pemula, dan masyarakat yang merupakan pengunjung, konsumen, dan komunitas kreatif.

Program dalam CEN terbagi menjadi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, antara lain adalah membuat inventarisasi wirausaha kreatif di Bandung dan sekitarnya, membuat acara-acara di mana para wirausahawan dapat bertemu dengan konsumen maupun klien, memberikan penghargaan dan membuat jejaring berbasis internet.

Program terdekat CEN adalah dalam kerjasamanya dengan Indonesia Business Link (IBL) dalam menjalankan Young Entrepreneur Start-Up atau YES!Club.bdg, yang direncanakan akan dimulai pada bulan Oktober mendatang. Informasi mengenai YES!Club.bdg ini, termasuk undangan bagi peserta, akan diumumkan segera.

(c) CEN-BCCF